Apa Yang Harus Saya
Lakukan Untuk Menjadi Diselamatkan?
|
| 3 |
Siapapun yang mendengar pesan Injil bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat orang-orang berdosa, lalu mempertimbangkan pesan itu dengan serius, lama kelamaan akan bertanya, "Apa yang harus saya lakukan untuk menjadi diselamatkan?" Pertanyaan selanjutnya yang mengikuti, adalah "Bagaimana saya bisa tahu dengan seyakin-yakinnya bahwa saya sudah menjadi diselamatkan?" Ini adalah dua pertanyaan paling penting yang dapat dan yang seharusnya ditanyakan seorang manusia.
Jawaban yang benar untuk pertanyaan-pertanyaan ini membutuhkan pemahaman mengapa kita harus diselamatkan dan juga pemahaman akan apa yang diperlukan untuk memungkinkan keselamatan kita. Kita akan menemukan kebenaran-kebenaran ini selagi kita belajar dari Alkitab, tindakan-tindakan yang harus Allah lakukan untuk menyelamatkan seorang manusia pada saat manapun dalam sejarah.
Kita akan memulai dengan pertanyaan yang kedua terlebih dahulu.
Kepastian Dari Keselamatan
"Bagaimana saya bisa tahu dengan seyakin-yakinnya bahwa saya telah diselamatkan?" Ini harusnya adalah pertanyaan paling penting yang akan dihadapi oleh siapapun yang hidup di dunia ini. Untuk menjawab pertanyaan ini, pertama-tama kita harus menemukan apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan seseorang ketika ia menjadi lahir baru.
Ada tiga tindakan yang sangat penting, yang dilakukan oleh Allah sendiri, yang mutlak diperlukan sebelum siapapun bisa mengalami keselamatan dalam hidupnya. Tiga tindakan ini adalah perlu bagi siapapun yang menjadi diselamatkan. Tidak ada pengecualian.
Dipilih Allah
Tindakan pertama yang Allah lakukan demi orang-orang yang direncanakan-Nya untuk diselamatkan adalah, sejak sebelum
|
| |
|
| 4 |
penciptaan dunia, Allah memilih setiap orang yang akan diselamatkan-Nya. Kita baca di Efesus 1:3-5:
"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,"
Sewaktu Allah bersiap untuk menciptakan dunia ini dan milyaran orang penduduknya, ia melihat ke bawah koridor waktu dan melihat kumpulan umat manusia yang menyedihkan, yang seluruhnya berada dalam pemberontakan terhadap-Nya. Walaupun Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang sempurna, dalam gambar dan rupa Allah, Alkitab jelas mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang benar di hadapan Allah dan tidak ada seorangpun yang akan dari dirinya sendiri akan mencari Allah. Allah tahu bahwa manusia akan memberontak terhadap-Nya. Ia pun tahu bahwa tidak ada seorangpun yang akan mencari hubungan yang benar dengan Allah. Kita baca di Roma 3:10-12:
"seperti ada tertulis: «Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak."
Akan tetapi, meskipun pemberontakan manusia terhadap Allah sudah sangat rusak, Allah membuat keputusan untuk menebus beberapa dari manusia-manusia pemberontak ini sehingga mereka tidak harus membayar akibat-akibat dari pemberontakan mereka itu. Akibat-akibatnya adalah sangat buruk karena dosa umat manusia itu sangat buruk.
Dan demikianlah, sejak sebelum dunia dijadikan, Allah memilih orang-orang yang ingin disucikan-Nya bagi-Nya. Pilihan-Nya sama sekali tidak ada hubungannya dengan tindakan atau hasrat manusia. Allah menyatakan di Roma 9:15:
|
| |
|
| 5 |
«… Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.»
Dengan penekanan betapa pentingnya tindakan pertama yang Allah lakukan ini, Allah menyediakan harapan yang sangat besar bagi setiap orang yang tak selamat. Allah bersikeras bahwa Ia tidak membeda-bedakan orang (Roma 2:11, Efesus 6:9, Kolose 3:25). Tidak ada suatu bangsa atau kelas masyarakat yang punya kemungkinan lebih besar dari kelompok orang lainnya dimana di dalamnya didapati umat pilihan Allah. Tidak ada kelompok orang berdosa yang punya kemungkinan lebih kecil dari kelompok orang lainya dimana di dalamnya didapati umat pilihan Allah.
Alkitab mencatat keselamatan dari perempuan yang berzinah di Yohanes pasal 8, dan Alkitab mencatat keselamatan dari penjahat yang disalibkan di samping Yesus. Oleh karena itu, tak peduli betapa besarnya mungkin dosa-dosa kita, jika kita mempunyai hasrat yang dalam untuk keselamatan menurut kehendak Allah, ada kemungkinan yang pasti bahwa kita mungkin termasuk salah satu umat pilihan Allah. Dengan kenyataan bahwa pada hari ini Allah sedang menyelamatkan kumpulan besar orang banyak (Wahyu 7:9), kita bisa tahu bahwa, "Adalah mungkin bahwa saya pun bisa menjadi salah satu dari kumpulan besar orang banyak yang diselamatkan itu."
Orang-orang Yang Dipilih Diberikan Kepada Kristus
Mereka yang Allah pilih untuk ditebus atau diselamatkan diberikan kepada Tuhan Yesus Kristus, seperti yang kita baca di Yohanes 6:37:
"Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang."
Akan tetapi, jika Yesus mau memperoleh orang-orang pilihan ini sebagai milik-Nya untuk selama-lamanya, sesuatu harus dilakukan berkaitan dengan dosa-dosa mereka. Hukum Allah yang sempurna menetapkan bahwa, karena manusia diciptakan dalam gambar dan rupa Allah, setiap orang harus membayar hukuman yang dituntut oleh
|
| |
|
| 6 |
hukum Allah atas dosa-dosa mereka. Oleh karena itu, walaupun mereka dipilih Allah dan diberikan kepada Kristus untuk menjadi milik-Nya sampai selama-lamanya, Kristus tidak dapat memiliki mereka kecuali pembayaran untuk dosa-dosa mereka dilunasi. Hukum Allah menetapkan bahwa hukuman untuk dosa adalah kutukan penghukuman dalam kekekalan; jadi, secara efektif, mereka yang dipilih dan diberikan kepada Kristus tidak akan pernah bisa menjadi milik Kristus karena mereka akan selama-lamanya berada di neraka membayar dosa-dosa mereka.
Itu membawa kita kepada tindakan dramatis kedua yang Allah lakukan demi mereka yang menjadi diselamatkan.
Penanggung Dosa
Ketika Allah memandang alam semesta yang diciptakan-Nya pada permulaan waktu, Ia melihat bahwa tidak ada seorangpun yang bisa dipakai-Nya untuk menanggung murka Allah demi umat pilihan Allah yang diberikan kepada Kristus sebagai milik-Nya untuk selama-lamanya. Ini diajarkan di Yesaya 63:5 dan Yehezkiel 22:30. Akan tetapi, hukum Allah yang sempurna menetapkan bahwa hukuman kutukan dalam kekekalan harus dibayar sebelum siapapun diperbolehkan masuk surga Allah yang suci. Tiap segi dari hukum Allah yang sempurna harus dipuaskan dengan sempurna.
Oleh karena itu, dalam tindakan belas kasih-Nya yang tiada bandingnya, Kristus sendiri menjadi penanggung dosa demi orang-orang yang telah diberikan oleh Bapa kepada-Nya. Kita baca di Yesaya 53:6:
"Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian."
Itulah mengapa Yesus harus mengambil wujud manusia. Ia membayar untuk dosa-dosa manusia dan oleh karena itu, Kristus harus menjadi Anak Manusia. Ia harus menjadi seorang manusia sehingga Ia dengan sah memenuhi syarat untuk menjadi pengganti atau pengambil tempat bagi orang-orang yang oleh karenanya Ia datang untuk menyelamatkan. Ia harus menjadi pengganti yang dapat menanggung kutukan Allah demi umat-Nya yang juga terkutuk sama seperti orang-
|
| |
|
| 7 |
orang lainnya. Inilah mengapa Ia harus pergi ke kayu salib. Kenyataan bahwa Ia digantung di kayu salib menyatakan dan mendemonstrasikan kepada dunia bahwa Ia sudah menjadi kutuk karena kita. Kita baca di Galatia 3:13:
"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: «Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!»
Itulah mengapa Ia ditinggalkan Allah. Untuk ditinggalkan Allah selama-lamanya adalah salah satu deskripsi dari betapa buruknya neraka. Kita melihat kebenaran ini dalam teriakan Yesus ketika Ia tergantung di kayu salib. Kita baca di Matius 27:46:
"…Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
Hanya karena Yesus adalah Allah dan Ia tidak pernah berhenti menjadi Allah yang tak terbatas maka hitungan waktu dalam jam pengalaman-Nya di kayu salib menjadi waktu yang cukup untuk membayar setiap dosa dari setiap orang yang dipilih untuk diberikan kepada Kristus. Tidak ada dosa dari orang-orang yang dipilih ini yang boleh tidak dibayar.
Jadi sekarang, ada banyak orang-orang di dunia ini yang sejak sebelum dunia dijadikan, dipilih pada keselamatan dan sudah diberikan kepada Kristus sebagai milik-Nya sampai selama-lamanya. Dosa-dosa mereka seluruhnya dan selama-lamanya telah ditutup karena Yesus menjadi Juruselamat mereka dengan membayar dosa-dosa mereka.
Tetapi ada satu lagi tindakan besar yang harus dilakukan Allah. Orang-orang yang dipilih pada keselamatan ini adalah orang-orang berdosa. Mereka tidak tahu apa-apa tentang apa saja rencana Allah bagi diri mereka. Sama seperti umat manusia lainnya yang tidak akan pernah menjadi diselamatkan, mereka pada dasarnya adalah tubuh dan jiwa. Tubuh mereka adalah bagian dari kepribadian mereka yang dikuburkan pada waktu mereka mati. Jiwa mereka adalah intisari roh yang sama nyatanya menjadi bagian dari kepribadian mereka seperti tubuh. Kita tahu bahwa jiwa itu seluruhnya substantif karena dalam kasus orang yang diselamatkan, pada saat kematian tubuhnya, jiwanya meninggalkan tubuh dan dibawa ke surga dimana ia hidup dan memerintah dengan Kristus. Lalu pada saat hari dunia kiamat, ketika
|
| |
|
| 8 |
Kristus kembali, Ia akan membangkitkan tubuhnya (2 Korintus 5:8, 1 Tesalonika pasal 4).
Akan tetapi, orang pilihan pada saat ini hidup di dunia sama seperti orang yang tidak dipilih pada keselamatan. Kita baca mengenai dirinya di Efesus 2:1-3:
"Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain."
Baik didalam tubuh maupun jiwanya ia masih menginginkan dosa. Sebelum ia menjadi diselamatkan, ia adalah mati secara rohani sama seperti siapapun yang tidak diselamatkan yang akan berakhir di neraka sampai selama-lamanya untuk membayar dosa-dosa mereka.
Itu membawa kita kepada tindakan besar ketiga yang dilakukan Allah demi orang-orang yang oleh karenanya Kristus datang untuk menyelamatkan.
Mujizat Lahir Baru
Tindakan ketiga yang Allah lakukan demi orang-orang yang diberikan kepada Kristus sebagai milik-Nya yang kekal adalah Allah melakukan "mujizat keselamatan" dengan memberikan orang pilihan itu suatu kebangkitan jiwa yang benar-benar baru. Yesus berbicara kepada Nikodemus tentang hal ini di Yohanes 3:5, dimana kita baca:
"…Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Sebelumnya, Yesus berkata di Yohanes 3:3:
"…Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.»
|
| |
|
| 9 |
Dilahirkan dari air dan roh artinya adalah dilahirkan dari Injil (air) melalui tindakan Allah Roh Kudus ketika Roh Kudus menerapkan firman tersebut didalam kehidupan orang-orang yang percaya (Yohanes 4:10-15, 7:38). Allah berbicara tentang tindakan ini di Roma 10:17:
"Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."
Dalam pengaturan ilahi Allah, Ia sudah menetapkan lingkungan dimana manusia dapat diselamatkan. Lingkungan itu adalah Alkitab yang merupakan satu-satunya Firman Allah. Oleh karena itu, siapapun di dunia ini tidak mungkin menjadi diselamatkan kecuali bila mereka berada didalam lingkungan akan pendengaran Firman Allah, dan satu-satunya Firman Allah adalah Alkitab. Itulah mengapa sepanjang masa gereja, Allah memerintahkan jemaat-jemaat setempat untuk mengirimkan Injil ke seluruh dunia. Itulah mengapa pada hari kita sekarang ini, kita terus mengirimkan Injil ke kepada dunia, tapi sekarang kita melayani secara perorangan sebagai utusan-utusan Kristus.
Tetapi Allah-lah yang melakukan segala kerja untuk menyelamatkan, dan oleh karena itu, Ia-lah yang menyelamatkan orang-orang pilihan-Nya berdasarkan jadwal-Nya, yaitu pada suatu masa waktu dalam kehidupan mereka. Satu-satunya hal yang diharuskan adalah orang tersebut harus berada di bawah pendengaran Alkitab. Pada saat keselamatan, Allah memberikan orang tersebut telinga rohani dan jiwa baru yang kekal. Jadi, seorang bayi kecil dapat diselamatkan sama halnya seperti orang dewasa. Seorang dewasa yang mempunyai daya pikir seperti seorang anak berumur dua tahun dapat diselamatkan sama halnya seperti seorang profesor.
Pada peristiwa kayu salib, Kristus membayar semua dosa orang-orang yang dipilih-Nya sejak sebelum dunia dijadikan. Jadi, hal selebihnya yang harus dilakukan adalah, pada saat yang tepat yang hanya diketahui oleh Allah, Ia akan menyebabkan orang tersebut untuk benar-benar mengalami kenyataan dari keselamatan yang ajaib.
Perubahan Yang Besar
Sekarang pertanyaan harus ditanyakan: Bagaimana keselamatan mempengaruhi orang tersebut? Apakah ini berarti bahwa dalam hidupnya ia telah dilahirkan kembali? Ingat, sebelum diselamatkan,
|
| |
|
| 10 |
dalam seluruh kepribadiannya ia sama seperti semua orang yang tidak dipilih dan tidak akan pernah menjadi diselamatkan. Baik dalam tubuh maupun jiwanya, ia menginginkan dosa dan memberontak terhadap Allah.
Tetapi sekarang ia sudah diberikan kebangkitan jiwa yang baru. Dalam bagian kepribadiannya yang baru itu, ia adalah mahluk yang baru dalam Kristus. Ketika ia dilahirkan secara fisik, ia adalah seorang bayi yang terdiri dari tubuh dan jiwa. Pada saat keselamatan, ia dilahirkan kembali. Ia diberikan jiwa yang benar-benar baru. Itu adalah mujizat yang tidak dapat dipahami pemikiran manusia. —Tidak ada bukti fisik dari perubahan ini—. Akan tetapi, kita bisa melihat akibat dari mujizat keselamatan jiwa ini; yakni, ia mendapatkan kebangkitan jiwa baru tetapi tubuhnya tidak diubah, dan hal ini akan secara serius mempengaruhi dan mengubah kelakuannya. Ini dibuktikan oleh pernyataan Allah di 1 Yohanes 3:9:
"Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah."
Dalam ayat ini, Allah mengajarkan bahwa dimulai saat ia diselamatkan, suatu perubahan yang besar terjadi dalam kepribadian orang tersebut. Dalam kebangkitan jiwanya yang baru, ia tidak dapat berbuat dosa lagi. Karena dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah, itu berarti didalam jiwanya, ia tidak dapat mulai memikirkan untuk berbuat dosa. Itu berarti dalam bagian jiwanya, ia mengasihi Allah dan hukum-hukum-Nya. Itu berarti ia selalu mempunyai hasrat yang besar dan sungguh-sungguh untuk taat pada semua perintah-perintah Alkitab.
Karena Allah sudah melakukan segala hal untuk memenuhi tiga hal yang diperlukan bagi keselamatan orang-orang pilihan-Nya, orang tersebut bisa yakin bahwa ia tidak akan pernah kehilangan keselamatannya. Sejak ia menjadi diselamatkan, ia mempunyai keamanan yang kekal. Allah sudah mengerjakan segala hal yang diperlukan untuk memberikan padanya hidup yang kekal. Oleh karena itu, orang percaya yang sejati tidak akan pernah kehilangan keselamatannya. Alkitab berkata tidak ada dosa atau hal apapun yang bisa memisahkan orang percaya yang sejati dari kasih Allah (Roma 8:35-39).
|
| |
|
| 11 |
Tetapi walaupun ia sudah mendapat kebangkitan jiwa yang baru, ia masih harus hidup dalam tubuh yang lama yang sama sekali tidak berubah pada saat keselamatannya. Oleh karena itu, ia menjadi kepribadian dengan dua hasrat yang sama-sama eksklusif. Didalam jiwanya ia ingin selalu taat pada hukum-hukum Allah, tetapi tubuhnya masih menginginkan dosa. Situasi ini digambarkan Allah sewaktu Rasul Paulus, di bawah inspirasi dari Roh Kudus, menyatakan di Roma 7:21-24:
"Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?"
Untuk dibebaskan dari tubuh kita yang berdosa adalah hasrat yang senantiasa ada dalam diri orang-orang percaya yang sejati.
Dengan begitu konflik yang akan berlangsung dalam kepribadian orang yang sudah diselamatkan tidak statis. Akan ada kemajuan menuju kemenangan yang semakin besar bagi jiwa baru yang sudah dibangkitkan. Ini akan menjadi kenyataan karena satu peristiwa ajaib lain terjadi dalam kepribadian orang tersebut pada saat keselamatan. Peristiwa itu adalah Allah Roh Kudus bersemayam didalam kehidupan orang tersebut. Kita baca di Roma 8:9 bahwa jika kita tidak mempunyai Roh dari Allah, kita "bukan milik-Nya".
Kita sama sekali tidak mengerti bagaimana Allah Yang Maha Kuasa bisa bersemayam didalam kehidupan orang-orang yang sudah diselamatkan. Kita harus mengakui bahwa itu seluruhnya adalah misteri bagi kita. Tetapi karena kita mutlak percaya kepada Alkitab, kita mengetahui bahwa kenyataan yang misterius ini adalah benar. Kehadiran Allah sendiri yang bersemayam didalam hidup dan kepribadian orang yang diselamatkan, lebih jauh mendorongnya untuk menaati Allah dan berhasrat untuk menyenangkan hati Allah.
Lebih lagi, orang yang diselamatkan sudah dibawa keluar dari Kerajaan Iblis dan sudah menjadi warga didalam Kerajaan Kristus untuk selama-lamanya. Allah memberitahukan kita tentang hal ini di Kolose
|
| |
|
| 12 |
1:13, dimana Ia berkata:
"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;"
Di Filipi 3:20, kita membaca bahwa kewargaan kita ada di dalam sorga. Itu benar bagi setiap orang yang sudah menjadi diselamatkan.
Jadi, pada saat keselamatan, banyak faktor yang berkerja dalam hidupnya yang menyebabkan perubahan yang sangat menentukan dan yang sangat penting dalam tingkah laku dan hasrat hidupnya. Ia akan mengerti dan mengenali dirinya dengan pernyataan-pernyataan seperti yang ditemukan di Mazmur pasal 119 dan tempat-tempat lainnya di Alkitab.
Beberapa contoh dari gaya bahasa yang indah ditemukan di Mazmur pasal 119 yang mendemonstrasikan cinta kasih dan rasa hormat orang percaya yang sejati terhadap Alkitab adalah sebagai berikut.
Ayat 10: "Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu."
Ayat 11: "Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau."
Ayat 16: "Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan."
Ayat 24: "Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku."
Ayat 47: "Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu."
Ayat 77: "Biarlah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup, sebab Taurat-Mu adalah kegemaranku."
Ayat 97: "Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenung-kannya sepanjang hari."
|
| |
|
| 13 |
Pernyataan-pernyataan semacam ini bisa ditemukan di sepanjang Alkitab. Siapapun yang benar-benar menjadi diselamatkan akan semakin banyak mengalami keinginan-keinginan dan motivasi-motivasi ini dalam hidupnya. Jadi, ia mengenali dan memperkenalkan dirinya dengan kebenaran yang dinyatakan di 1 Yohanes 2:3-5, dimana kita baca:
"Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia."
Orang percaya yang sejati mengetahui bahwa perintah-perintah Allah adalah seluruh Alkitab. Ia juga akan mengalami konfik yang sangat besar didalam dirinya ketika ia membiarkan hasrat dari tubuhnya untuk menyebabkan ia berbuat dosa. Ia akan mempunyai perasaan yang sama seperti Daud, hamba Allah yang sejati, ketika ia jatuh ke dalam dosa yang buruk. Di bawah inspirasi dari Roh Kudus Daud kemudian mencatat pertobatan hatinya yang kita baca di Mazmur pasal 51.
Jadi, Allah harus melakukan ketiga hal ini, dan itulah mengapa tidak ada seorangpun yang bisa menjadikan dirinya sendiri diselamatkan. Setiap manusia mengetahui didalam hatinya yang paling dalam bahwa suatu hari ia harus bertanggung-jawab kepada Allah. Tetapi sebelum ia betul-betul diselamatkan, ia ingin menjadi benar dengan Allah melalui rencana keselamatan dan jadwal yang dibuatnya sendiri. Oleh karena itu, ia tidak akan memanggil Allah dengan cara yang menyenangkan hati Allah sampai Allah sudah betul-betul menyelamatkannya (Yohanes 6:44, Roma 3:10-12, Efesus 2:2-5).
Takut Dan Gentar
Satu aspek dari sifat orang yang benar-benar diselamatkan adalah pengenalannya akan kesucian dan kebenaran Allah, dan kenyataan bahwa Allah adalah Hakim yang adil atas seluruh muka bumi. Di Filipi 2:12, Allah menyatakan:
|
| |
|
| 14 |
"… tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar…"
Keselamatan yang harus "dikerjakan" oleh orang percaya dalam hidupnya adalah keselamatan yang telah Allah berikan kepadanya. Tetapi, sewaktu ia bertumbuh dalam kasih karunia (2 Petrus 3:18), yakni sewaktu ia semakin lama hidup bagi kemuliaan Allah dan menjauh dari hasrat-hasrat berdosa dari tubuhnya yang belum diselamatkan, ia akan melakukannya dengan takut dan gentar.
Ini adalah pernyataan yang mengejutkan karena kita mungkin mengira bahwa sebagai akibat dari keselamatan, segala rasa takut dan gentar terhadap Allah akan hilang. Untuk tetap takut dan gentar di hadapan Allah akan tampak sangat asing dengan keamanan yang diberikan kepada orang-orang yang percaya; sebagai contoh, ia mengetahui bahwa Kristus sudah melunasi semua upah dosa-dosanya, dan ia mengetahui bahwa ia tak akan pernah terancam lagi dengan neraka.
Akan tetapi, kita harus ingat, orang yang diselamatkan sudah disemayami oleh Allah Roh Kudus. Ia juga mulai semakin mengasihi dan menghormati segala hal yang diajarkan Alkitab. Oleh karena itu, ia belajar dan menjadi semakin menyadari kebesaran Allah. Ia juga mengetahui bahwa Allah adalah Allah Yang Maha Kuasa yang dengan bersabda saja mampu menciptakan alam semesta yang kompleks luar biasa ini. Ia mengetahui bahwa Allah adalah Hakim Yang Agung yang sadar seluruhnya akan dosa-dosa semua umat manusia bahkan dosa yang terkecil sekalipun. Ia mengetahui bahwa Allah adalah sangat adil sehingga bahkan dosa yang paling kecil sekalipun sudah cukup alasan untuk menyebabkan orang tersebut dikutuk ke dalam penghukuman yang kekal selama-lamanya. Orang percaya sejati sadar bahwa dalam dirinya masih terdapat dosa-dosa meskipun ia secara dramatis lebih taat pada hukum-hukum Allah daripada sewaktu ia belum diselamatkan. Ia menyadari kenyataan bahwa kecuali karena belas kasihan dan kasih karunia Allah maka ia akan berakhir di neraka.
Ilustrasi yang kurang begitu baik adalah sebagai berikut: Misalkan, karena tindakannya yang bodoh dan gegabah, seseorang mendapatkan dirinya dalam situasi yang sangat berbahaya. Sebagai contoh, kita bisa terpikir tentang seorang anak yang bermain korek api. Karena ia bermain korek api lalu ia menyebabkan rumah yang ditempatinya terbakar habis. Tapi karena suatu mujizat, dengan
|
| |
|
| 15 |
pengorbanan besar penyelamatnya, ia diselamatkan dan dibawa ke tempat yang aman. Dan pada hari-hari berikutnya, anak kecil ini bermimpi buruk sewaktu ia berpikir tentang betapa nyarisnya dia bisa meloloskan diri. Lebih dari itu, sepanjang hidupnya, mungkin ia punya fobia, yaitu perasaan yang sangat takut akan api, walaupun ia tak akan pernah terancam lagi dengan api. Ini tentunya adalah ilustrasi yang kurang begitu baik tentang hidup seseorang yang menjadi diselamatkan, tetapi mungkin itu menolong kita untuk melihat apa yang Allah maksudkan ketika ia menggunakan kata "takut dan gentar".
Di sisi lain, oleh karena suka-cita dan keyakinannya yang besar terhadap Alkitab, orang yang percaya semakin lama semakin mengetahui bahwa ia aman selama-lamanya dalam Kristus, dan ia mengetahui bahwa ia tidak akan pernah bisa terancam oleh neraka. Ia mengetahui bahwa semua dosa-dosanya telah ditutupi oleh Kristus. Di sisi lain, semakin ia mengenali pelajaran-pelajaran didalam Alkitab, ia semakin menyadari bahwa sebetulnya ia pantas mendapatkan murka Allah yang buruk sebagai ganjaran atas dosa-dosanya. Ia sadar bahwa hanya oleh karena belas kasihan dan karunia Allah saja ia bisa mendapatkan keselamatan. Oleh karena itu, ia takut dan gentar di hadapan Allah. Ia tahu bahwa ia sama sekali tidak layak untuk mendapat keselamatan.
Tetapi Kasih Yang Sempurna Melenyapkan Rasa Takut
Benar Alkitab mengajarkan bahwa kasih yang sempurna melenyapkan rasa takut. Kita baca di 1 Yohanes 4:18:
"Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih."
Kita mungkin menyimpulkan karena orang percaya sudah mengalami kasih Kristus yang sempurna, ia tidak seharusnya lagi takut. Tetapi kesimpulan itu bertentangan dengan ayat-ayat yang mengajarkan bahwa sifat orang percaya adalah ia takut Allah (Kisah Rasul-rasul 9:31, 10:35, Filipi 2:12, 1 Petrus 2:17, Amsal 1:7, Pengkhotbah 8:12-13). Lalu bagaimana kita harus mengerti 1 Yohanes 4:18 yang mengajarkan bahwa kasih yang sempurna melenyapkan rasa takut? Kesimpulannya sampai ketika kita belajar definisi Alkitab atas cinta. Di Yohanes 14:21 kita baca:
|
| |
|
| 16 |
"Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. …»
Di Yohanes 14 ayat 23, perintah Allah ini diulang:
"Jawab Yesus: «Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku ..."
Dengan kata lain, kasih itu seluruhnya diperkenalkan dengan ketaatan pada perintah-perintah Allah, Alkitab. Tak peduli betapa meyakinkan seseorang mencoba mengaku cinta kasihnya pada Kristus, tes litmus cinta kasihnya adalah kesetiaannya, ketaatannya pada kitab hukum Allah, Alkitab.
Tetapi itu artinya kasih yang sempurna akan membutuhkan ketaatan yang sempurna. Akan tetapi, ketaatan yang sempurna itu tidak mungkin terjadi sampai kita menerima kebangkitan tubuh baru kita, dan tubuh baru itu tidak akan diberikan kepada kita sampai pada hari terakhir ketika Kristus kembali. Di sementara waktu, dalam kebangkitan jiwa baru yang kita terima pada saat keselamatan kita, kita hidup dalam tubuh yang masih menginginkan dosa. Oleh karena itu, pada saat sekarang, kita tidak mempunyai kasih yang sempurna, dan oleh karena itu, kita tidak bisa hidup tanpa rasa takut.
Sebelumya kita telah mempelajari satu alasan mengapa kita takut dan gentar di hadapan Allah. Tetapi lebih banyak lagi seharusnya dikatakan mengenai hal itu. Ketika Daud, seseorang yang mengasihi Allah, dan seseorang yang sangat dikasihi Allah, berbuat dosa; Allah memberitahukan kita reaksi hatinya di Mazmur pasal 51. Seluruh mazmur ini mencatat reaksi Daud, tetapi kita hanya akan mengutip satu ayat. Mazmur 51:11:
"Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!"
Daud sudah menerima hidup kekal. Ia sudah aman untuk selama-lamanya dalam Kerajaan Allah. Bagaimana mungkin ia mengatakan kata-kata di mazmur ini, yang diberikan kepadanya dari Allah Roh Kudus untuk diucapkan. Jawabannya sampai ketika kita menyadari betapa beratnya akibat dari dosa. Tiap dosa meminta kutukan penghukuman dalam kekekalan. Oleh karena itu, ketika orang percaya
|
| |
|
| 17 |
sejati berdosa, dua kebenaran seharusnya meresapi seluruh kepribadiannya.
Kebenaran yang pertama adalah dosa-dosa yang diperbuatnya setelah ia menjadi diselamatkan harus dilunasi oleh Tuhan Yesus Kristus. Tentu saja adalah benar bahwa Allah mengetahui dari sejak permulaan bahwa dosa-dosa ini akan terjadi dalam kehidupan orang-orang yang percaya, dan oleh karena itu Ia sudah membebankannya pada Yesus. Tetapi itu tidak akan mengubah kenyataan bahwa dosa-dosa itu dilakukan orang yang sudah belajar betapa buruknya dosa dan betapa beratnya pembayaran dosa yang dituntut oleh keadilan Allah yang sempurna. Jadi, orang percaya yang sejati takut dan gentar sewaktu ia menyadari bahwa setiap saat ia berbuat dosa, dosa inipun harus ditanggung oleh Juruselamat kita yang mulia.
Kebenaran yang kedua adalah orang percaya sejati semakin lama semakin mengenali betapa seriusnya dosa dan hukuman berat yang dituntut oleh rasa keadilan Allah yang sempurna sebagai pembayaran atas dosa. Ia juga mengenali bahwa tiap saat ia berdosa, ia sedang terlibat dalam tindakan pemberontakan terhadap Juruselamatnya yang terkasih. Di sisi lain, ia tahu bahwa dosanya ditutupi oleh curahan darah Yesus dan tidak akan pernah diperhitungkan kepadanya. Di sisi lain, ia mengenali bahwa pengampunan dosanya hanyalah karena belas kasihan dan karunia Allah yang seluruhnya tak pantas diterimanya. Oleh karena itu, kenyataan bahwa ia berani berdosa lagi menyebabkannya untuk menjalani hidupnya dalam rasa takut dan gentar di hadapan Allah, dan menggerakkan hasratnya supaya ia tidak berdosa, bahwa sesungguhnya, ia bisa hidup lebih dan lebih taat lagi pada semua perintah Allah.
Jadi, kita mengerti bahwa orang yang diselamatkan akan mempunyai cara hidup dan sikap (terhadap dosa, Allah, dan Alkitab) yang seluruhnya berbeda dengan apa yang ditemukan dalam hidup orang yang tak selamat.
Apa Yang Harus Saya Lakukan Untuk Menjadi Diselamatkan?
Maka pertanyaan yang logis adalah: Apa yang bisa saya lakukan untuk menjadi diselamatkan? Dengan semua informasi yang telah saya pelajari mengenai keselamatan, saya tahu bahwa jawabannya harusnya: Saya tidak bisa melakukan apa-apa. Keselamatan seluruhnya adalah kerja Allah. Saya seluruhnya bergantung kepada belas kasihan Allah
|
| |
|
| 18 |
yang berdaulat, yang memilih saya dan yang membayar dosa-dosa saya dan yang menjadikan saya mahluk baru dalam Kristus. Saya harus dengan sabar menantikan belas kasihan Allah.
Apakah ada harapan bagi saya? Kenyataannya, ada harapan besar. Adalah mungkin bahwa saya pun, meskipun dosa-dosa yang telah saya perbuat sangat besar, adalah salah satu orang yang dipilih Allah untuk menjadi diselamatkan. Dan karena saya sudah belajar bahwa lingkungan yang telah Allah tetapkan untuk menyelamatkan umat pilihan-Nya adalah pendengaran Firman Allah, saya mau membaca dan mendengarkan Alkitab sebanyak mungkin. Ingat apa yang Alkitab katakan di Roma 10:17:
"Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."
Kenyataan bahwa saya sudah dengan hati-hati membaca Alkitab tidak akan menjamin keselamatan saya, tetapi itu akan memberikan beberapa berkat besar kepada saya, seperti sebagai berikut.
- Itu akan meletakkan saya dalam lingkungan dimana Allah mungkin menyelamatkan saya jika Ia berkehendak.
- Itu akan membuat saya lebih mengenal Allah dalam segala keagungan dan kemuliaan-Nya.
- Itu akan membuat saya lebih menyadari dosa-dosa saya dan kebutuhan saya akan keselamatan.
- Saya akan lebih menyadari bahwa Allah adalah maha pengasih.
- Saya akan belajar bila itu sudah merupakan rencana Allah untuk menyelamatkan saya, maka Ia akan melakukannya dalam jadwal-Nya sendiri. Dan oleh karena itu, saya harus dengan sabar menantikan keselamatan yang berasal daripada-Nya.
Sewaktu saya dengan hati-hati membaca dan mendengarkan Alkitab, dan semakin menyadari dosa-dosa saya, saya bisa berdoa dan memohon kepada Allah. Saya bisa memohon kepada Allah untuk meminta belas kasihan-Nya dan untuk pemahaman atas apa yang saya baca, dan saya bisa berdoa kepada-Nya untuk membuat saya lebih taat dan setia pada kitab hukum-Nya, yaitu Alkitab. Semakin lama saya akan semakin menyadari bahwa firman didalam Alkitab adalah suara Allah sendiri yang berbicara secara langsung kepada saya.
|
| |
|
| 19 |
Alkitab memberikan pernyataan yang indah yang memberitahukan kita untuk menantikan Allah di Ratapan 3:26, dimana kita baca:
"Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN."
Kita harus menantikan Allah untuk keselamatan-Nya, karena seperti yang telah kita pelajari sebelumnya dalam pelajaran ini, Allah-lah yang harus melakukan segala kerja yang diperlukan untuk membawa kita kepada keselamatan.
Allah Menguji Kita
Kita belajar bahwa Allah harus melakukan segala kerja untuk menggenapi keselamatan kita. Tetapi mengapa kemudian Allah Roh Kudus, berbicara melalui Rasul Paulus, memerintahkan penjaga penjara di Filipi untuk percaya kepada Tuhan Yesus Kristus? Ingat pertanyaan penjaga penjara kepada Paulus dan Silas di Kisah Rasul-rasul 16:30, 31 dimana kita baca:
"…Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?» Jawab mereka: «Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.»
Di Hari Pentakosta, orang-orang bertanya, "Apa yang harus kami lakukan?" Mengapa Allah melalui Rasul Petrus menjawab dengan berkata di Kisah Rasul-rasul 2:38:
"Jawab Petrus kepada mereka: «Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus."
Mengapa Allah berkata di Roma 10:9:
"Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan."
|
| |
|
| 20 |
Mengapa Allah berkata di Roma 10:13:
"Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan."
Mengapa Allah berkata di Wahyu 3:20:
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."
Sayangnya, ketika ahli-ahli teologi dan guru-guru Alkitab menyelidiki ayat-ayat ini, mereka sepertinya terlupa kalau pemahaman yang benar dari ayat Alkitab manapun hanya bisa tercapai apabila ayat tersebut telah diperiksa secara teliti dengan membandingkannya dengan ayat-ayat lain didalam Alkitab yang mungkin berhubungan dengan ayat tersebut. Ayat-ayat ini sepertinya mengajarkan bahwa sebelum Allah menyelamatkan seseorang, orang itu diharuskan untuk percaya, bertobat dan taat. Akan tetapi, ketika kita menyelidiki seluruh Alkitab, kita menemukan kabar yang menyedihkan bahwa ketika Allah berbicara pada orang-orang yang belum diselamatkan, Ia sedang berbicara kepada mayat-mayat rohani. Sebelum kita diselamatkan, kita sama sekali tidak mampu untuk mentaati perintah-perintah di atas. Seperti yang telah kita pelajari lebih awal dalam pelajaran ini, Allah-lah yang harus melakukan segala kerja untuk menyelamatkan kita.
Tetapi lalu mengapa Allah memberikan perintah-perintah untuk percaya dan bertobat ketika manusia sama sekali tidak mampu menaati perintah-perintah tersebut? Menimbang pertanyaan ini, setidaknya ada dua kebenaran yang sangat penting yang harus diingat.
Kebenaran yang pertama adalah, Allah menciptakan manusia dalam gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26-27). Oleh karena itu, Allah meminta pertanggungjawaban manusia untuk tindakan-tindakan yang diperbuatnya. Walaupun manusia tidak akan dan tidak bisa menaati perintah-perintah ini, Allah memandang kita semua sebagai mahluk yang diciptakan Allah untuk menaati perintah-perintah ini. Oleh karena itu, Allah berhak memerintahkan manusia untuk taat kepada perintah-perintahNya. Akan tetapi, oleh karena pemberontakan manusia terhadap Allah, kita begitu dicemari dosa sehingga kita tidak
|
| |
|
| 21 |
akan pernah bisa mentaati Allah seperti yang seharusnya. Hanya setelah kita sudah betul-betul diselamatkan barulah kita bisa mulai menaati Allah dalam cara yang memuliakan Allah.
Alasan besar yang kedua mengapa Allah memberikan perintah-perintah imperatif untuk percaya, bertobat, dan seterusnya, adalah untuk menguji manusia. Melalui perintah-perintah ini, Allah menempatkan manusia dalam pengujian. Bahan ujiannya adalah apakah ia percaya dalam Allah saja untuk keselamatan, atau apakah ia percaya dalam kemampuannya atau sesuatu hal atau orang lain selain dari Allah? Ingat, Allah memberikan perintah untuk percaya dan seterusnya kepada seluruh umat manusia. Akan tetapi, dalam kitab hukum yang sama, Alkitab, Allah memberitahu kita bahwa kita secara rohani mati dan kita adalah budak dari dosa dan Iblis. Oleh karena itu, kita sama sekali tidak mampu menaati perintah-perintah ini.
Oleh karena itu, ketika Allah memerintahkan kita untuk percaya dan seterusnya, seperti yang dilakukan-Nya dengan sangat jelas dalam begitu banyak ayat-ayat di Alkitab, kita seharusnya mengerti bahwa kita tidak bisa menaati perintah-perintah ini. Kita seharusnya menyadari kebenaran Yohanes 6:44, dimana Allah mengatakan:
"Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman."
Oleh karena itu, kita seharusnya menyadari bahwa hanya Allah saja yang bisa menyelamatkan kita, dan Ia harus melakukan segala kerja yang diperlukan untuk menyelamatkan kita.
Sayangnya, dalam kerusakan manusia, kita mendengar dan membaca perintah-perintah untuk percaya, bertobat, dan seterusnya; dan kita percaya kalau dalam suatu cara kita bisa mulai menaatinya. Pada saat kita percaya kita bisa menaati perintah-perintah ini, dalam derajat tertentu kita bersalah atas kepercayaan dalam kemampuan diri kita untuk membantu keselamatan kita. Dalam pelajaran ini, kita belajar bahwa gagasan dimana kita dapat membantu dalam suatu cara adalah tidak mungkin. Bukan hanya itu tidak mungkin, tetapi itu berarti kita mempunyai rencana keselamatan "lakukan sendiri". Sayang sekali, rencana "lakukan sendiri" yang manapun menjamin siapapun yang mengikutinya berakhir di bawah kutukan penghukuman dalam kekekalan. Mereka yang menyimpulkan bahwa mereka bisa dengan
|
| |
|
| 22 |
cukup menaati perintah-perintah Allah sehingga melalui ketaatan mereka, mereka bisa benar dengan Allah, sedang menolak hukum Allah yang menyatakan bahwa harus ada pembayaran atas dosa-dosa kita, dan hanya Allah saja dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus bisa membuat pembayaran itu dan menyelamatkan kita.
Lazarus Dibangkitkan Untuk Menunjukkan Kepada Kita Bagaimana Allah Menyelamatkan
Dalam belas kasihan dan kesabaran-Nya, Allah memberikan kita ilustrasi yang jelas tentang apa yang diperlukan untuk menjadi diselamatkan ketika Ia menghidupkan orang mati yang bernama Lazarus. Kita membaca tentang peristiwa bersejarah yang nyata ini di Yohanes pasal 11. Lazarus sudah mati selama empat hari. Alkitab mencatat bahwa ia berbau busuk (Yohanes 11:39). Jadi sudah sangat nyata bahwa ia adalah mayat berbau dan tidak ada tanda kehidupan didapatkan dalam mayat itu. Tetapi Kristus berdiri di luar kuburnya dan memerintahkan, "Lazarus, marilah ke luar!" (Yohanes 11:43).
Yesus akan menunjukkan bagaimana Ia menghidupkan orang yang mati secara rohani. Ketika Ia berdiri di luar kubur Lazarus, Ia menyatakan di Yohanes 11:25-26:
"Jawab Yesus: «Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?» [berbicara kepada Marta, saudara Lazarus].
Jelas, tujuan Kristus untuk menghidupkan Lazarus yang mati secara fisik adalah sebagai ilustrasi yang dinamis bagaimana Kristus bisa dan sudah memberikan hidup rohani kepada orang-orang yang oleh karenanya Ia datang untuk menyelamatkan.
Sebelum diselamatkan, kita adalah mati rohani, kita adalah mayat-mayat secara rohani. Secara rohani kita sama seperti Lazarus yang mati secara fisik. Dalam peristiwa bersejarah pembangkitan Lazarus, Yesus mendemonstrasikan bagaimana Ia melakukan segala kerja yang diperlukan untuk membawa seorang individu kepada keselamatan.
Yesus memerintahkan mayat Lazarus yang sudah busuk dan berbau untuk keluar dari kubur. Karena Yesus mengatakan Firman
|
| |
|
| 23 |
Allah, maka mayat yang sudah berbau itu berada dalam lingkungan akan pendengaran Firman Allah. Ini adalah sejajar dengan keharusan dari orang-orang yang sudah direncanakan Allah untuk diselamatkan, yaitu supaya mereka berada di bawah pendengaran akan Firman Allah.
Sabda perintah Yesus kepada Lazarus yang mati adalah sejajar dengan perintah-perintah yang Allah berikan kepada orang-orang yang mati rohani, yakni, mereka harus berseru kepada-Nya, mereka harus percaya kepada-Nya, dan seterusnya. Ini adalah perintah-perintah yang mereka dengar ketika mereka mendengar atau membaca Alkitab. Ini memenuhi keharusan hukum Allah yang dinyatakan di Roma 10:17, dimana kita baca:
"Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."
Kembali ke Yohanes pasal 11 dan Lazarus yang mati, bisakah mayat berbau dalam kubur itu mendengar suara Yesus? Apakah ada suatu cara dimana Lazarus yang mati bisa menaati perintah itu? Jelas nyata bahwa tanggapan tersebut terhadap perintah Allah adalah tidak mungkin. Tidak ada kemungkinan Lazarus bisa menaati perintah itu.
Sama halnya, ketika Allah memerintahkan umat manusia yang tak selamat untuk percaya dan bertobat, tidak ada kemungkinan bagi orang yang tak selamat (yakni yang mati rohani) untuk menaati perintah-perintah ini.
Akan tetapi, mayat berbau dalam kubur itu menaati perintah Yesus. Yohanes pasal 11 ayat 44 menyatakan:
"Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: «Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi.»
Bagaimana mungkin? Ingat, Yesus pernah berkata, "Akulah kebangkitan dan hidup." Ketika Yesus memerintahkan si mayat Lazarus untuk keluar dari kubur, Yesus sebagai Allah yang kekal, yang adalah pencipta kehidupan, harus memberikan hidup fisik pada mayat berbau itu. Yesus harus memberikan kepada Lazarus yang mati fisik, telinga untuk mendengar dan kekuatan dan kehendak untuk menanggapi perintah Kristus kepadanya untuk keluar.
|
| |
|
| 24 |
Sama halnya, Allah memerintahkan yang mati rohani di dunia untuk percaya, bertobat, dan menjadi diselamatkan. Tetapi, dengan perintah itu Allah menciptakan hidup kekal dalam jiwa-jiwa yang telah dipilih-Nya pada keselamatan.
Alkitab menyatakan, "Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.» (Matius 22:14). Yaitu, setiap orang yang membaca atau mendengar Injil sedang diperintahkan untuk percaya dalam Yesus sebagai Juruselamat mereka. Tetapi tidak seorangpun yang bisa atau mau percaya. Secara rohani, semua orang adalah mayat berbau.
Akan tetapi, di dalam kuburan rohani di dunia, ada seorang di sini, ada seorang di sana, ada seorang di tempat lain, yang mulai percaya dan menemukan dalam hidup mereka suatu hasrat yang kuat untuk taat kepada Alkitab. Apa yang telah terjadi kepada beberapa orang itu? Pengalaman rohani mereka sama persis dengan pengalaman fisik si Lazarus yang mati. Yesus, melalui Firman-Nya didalam Alkitab, memerintahkan mereka untuk percaya, dan Yesus menerapkan Firman-Nya pada hidup mereka dan menciptakan di dalam mereka jiwa yang baru dimana mereka diberikan hidup yang kekal. Ini hanya bisa terjadi karena mereka sudah dipilih Allah sejak sebelum dimulainya penciptaan.
Sekarang kita bisa mengerti ilustrasi di Wahyu 3:20, dimana kita baca:
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."
Orang di balik pintu itu secara rohani adalah mayat berbau. Ia tidak akan pernah bisa mendengar ketukan di pintu. Tetapi ketika Yesus mengetuk pintu hati kita, memerintahkan kita untuk percaya, pada saat yang sama, Ia menciptakan hidup kekal dalam mayat yang terdapat di balik pintu itu, jika orang tersebut adalah salah satu dari umat pilihan Allah. Pada saat orang tersebut diberikan hidup yang kekal, ia juga menerima telinga rohani untuk mendengar dan mengerti Alkitab, dan ia diberikan hasrat untuk taat perintah-perintah Allah.
Sesungguhnya, kita seharusnya belajar bahwa hanya Allah sendiri yang bisa menyelamatkan kita. Kita seluruhnya tergantung kepada Allah untuk melakukan segala kerjanya.
|
| |
|
| 25 |
Apakah Ada Harapan Bagi Saya?
Apakah ini berarti bahwa kemungkinan menjadi diselamatkan itu hanya harapan kosong? Ya, itu sebenarnya harapan kosong bila kita bergantung dalam cara apapun pada upaya kita, iman kita, hasrat kita, ketaatan kita, untuk memberikan (bahkan dalam hal sekecil apapun) peranan dalam keselamatan kita. Pemikiran seperti itu adalah bukti dari keangkuhan yang mengabaikan semua hal yang diajarkan Alkitab mengenai penyediaan Allah yang menakjubkan. Itu berarti kita mempercayai dalam rencana keselamatan yang tidak akan pernah menyelamatkan dan yang sesungguhnya memperolok rencana keselamatan Allah yang sempurna.
Tetapi ketika kita mengerti rencana keselamatan Allah, bahwa Ia lah satu-satunya yang bisa melakukan segala kerja yang diperlukan untuk keselamatan kita, kita bisa mempunyai harapan, harapan yang melimpah. Kita hidup dalam hari dimana Allah sedang menyelamatkan kumpulan besar banyak orang yang tidak dapat terhitung banyaknya (Wahyu 7:9). Lebih dari itu, pernyataan Alkitab bahwa Allah sudah memilih orang-orang tertentu dan memberikan mereka kepada Kristus, dan bahwa Kristus sudah membayar semua dosa-dosa mereka, menyediakan harapan yang sangat besar kepada orang-orang yang tak selamat.
Siapapun orang tak selamat yang mempunyai hasrat yang besar untuk menjadi diselamatkan, dan mengenali bahwa ia hanya bisa menjadi diselamatkan menurut kehendak Allah, mungkin adalah salah satu dari orang-orang pilihan Allah. Karena rencana pemilihan Allah tidak ada hubungannya dengan kelayakan dari pribadi kita (kita sama sekali tidak layak), dan tidak peduli betapa besar dan buruknya dosa-dosa yang dilakukan seseorang, diapun sama mungkinnya adalah salah satu pilihan Allah seperti orang lain yang telah diselamatkan. Sesungguhnya, rencana pemilihan Allah memberikan dorongan semangat yang sangat besar kepada orang tak selamat yang mulai mempunyai hasrat yang sungguh bahwa iapun, mungkin bisa diselamatkan.
Setidaknya ada tujuh kebenaran tambahan yang diungkapkan di dalam Alkitab, yang harusnya memberikan dorongan yang sangat besar kepada orang yang benar-benar menginginkan agar dosa-dosanyapun ditutupi oleh darah Yesus. Kita sudah membuat acuan kepada beberapa kebenaran ini. Akan tetapi, karena itu sangat penting
|
| |
|
| 26 |
maka kita akan sekali lagi memberikan garis besarnya secara singkat.
1. Hari ini masih merupakan hari keselamatan. Kita sudah belajar dengan benar bahwa Allah tidak lagi menyelamatkan umat-Nya dengan menggunakan pemberdayaan dari gereja-gereja setempat, pemimpin-pemimpinnya atau jemaatnya. (Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Family Radio dan minta buku gratis berjudul "Akhir Dari Masa Gereja Dan Selanjutnya".) Akan tetapi, di luar dari lingkungan gereja, ada banyak sekali orang-orang yang dengan setia membawakan Injil yang sejati kepada dunia. Mereka bersaksi secara perorangan dan bergabung bersama untuk mengirimkan Injil yang sejati kepada dunia melalui radio dan cara-cara komunikasi massa yang lainnya, dan "kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya" sedang diselamatkan (Wahyu 7:9). Siapapun yang belum diselamatkan masih berpotensi menjadi salah satu dari kumpulan besar orang banyak itu. Betapa itu menjadi berkat mengetahui bahwa kita hidup dalam suatu masa ketika di seluruh dunia, banyak sekali orang-orang yang menjadi diselamatkan.
2. Latar belakang atau lingkungan dimana Allah menyelamatkan adalah pendengaran akan Firman Allah, yaitu Alkitab. Alkitab menyatakan di Roma 10:17:
"Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."
Pada hari ini, persentasi orang yang dapat membaca dan memiliki Alkitab yang diterjemahkan ke dalam bahasanya sendiri lebih tinggi daripada saat-saat sebelumnya didalam sejarah dunia. Betapa dorongan yang sangat besar, bahwa siapapun bisa menempatkan dirinya sendiri, bersama-sama dengan anggota-anggota keluarganya yang belum diselamatkan, untuk berada di bawah pendengaran Alkitab. Dalam banyak kasus, ini bisa dilakukan dengan mendengarkan orang-orang yang dengan setia membaca Alkitab dan dengan setia mengajarkan Alkitab di siaran radio seperti contohnya Family Radio. Ia juga bisa melakukan hal ini dengan secara pribadi membaca Alkitab. Sesungguhnya, lingkungan dimana Allah menyelamatkan orang adalah lebih besar harapannya daripada sebelum-sebelumnya dalam sejarah. Untuk alasan ini, kita sebagai orang tua ingin agar bayi dan semua
|
| |
|
| 27 |
anak-anak kita untuk berada di bawah pendengaran Firman Allah. Inilah hal yang membuat radio pada khususnya menjadi alat yang berguna dan penting yang bisa digunakan untuk menyediakan Injil kepada kumpulan besar orang banyak.
3. Kristus datang untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Ia tidak datang untuk menyelamatkan orang yang benar menurut pandangannya sendiri: yakni mereka yang berpikir dirinya orang yang bermoral, yang layak, yang percaya bahwa tindakan mereka yang benar adalah suatu tarikan bagi Allah untuk berkenan kepada mereka. Ia datang untuk menyelamatkan orang-orang berdosa! Betapa dorongan yang sangat besar untuk membaca tentang penjahat yang disalibkan bersama Yesus. Mulanya, penjahat ini menunjukkan penghinaannya kepada Yesus. Kita baca di Matius 27:41-44:
"Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata: «Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah.» Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga."
Akan tetapi, keajaiban terjadi, beberapa saat sebelum penjahat yang disalibkan ini mati, ia meminta Yesus akan belas kasihan-Nya, dan ia menerima jawaban yang meyakinkannya dan meyakinkan kita bahwa pada saat yang paling tidak terduga dan begitu pula tempatnya, ia akhirnya menjadi diselamatkan. Kita baca di Lukas 23:39-43:
"Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: «Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!» Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: «Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.» Lalu ia berkata: «Yesus, ingatlah akan aku,
|
| |
|
| 28 |
apabila Engkau datang sebagai Raja.» Kata Yesus kepadanya: «Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.»
Pendosa yang buruk ini berada di bawah pendengaran Firman karena ia mendengar Yesus sendiri berbicara kepada Maria, kepada Rasul Yohanes dan kepada Allah sendiri. Dan tepat pada saat itu dan di tempat itu, pendosa yang tidak layak ini diberikan hidup kekal. Jadi, tak peduli betapa-pun besar dosa-dosa yang diperbuatnya, pendosa yang belum diselamatkan bisa mengetahui bahwa Yesus datang untuk orang-orang berdosa. Betapa dorongan semangat yang sangat besar!
4. Yesus tidak membeda-bedakan orang. Yaitu, tidak ada kelas masyarakat yang mempunyai kemungkinan lebih besar untuk menjadi diselamatkan daripada yang lain. Seseorang mungkin dikucilkan oleh masyarakat, dan dianggap sebagai seseorang yang harus dijauhi sesamanya manusia, tetapi dalam Alkitab, Allah memberikan contoh dari orang-orang yang dikutuk dan dibenci oleh jemaat pada hari Yesus. Kita teringat akan hal ini dari keselamatan perempuan Samaria (Yohanes 4:4-42), kepala pemungut cukai, Zakeus (Lukas 19:2-8), orang kusta (Lukas 17:12-19), penjahat yang dihukum mati karena kejahatannya (Lukas 23:39-43), dan perempuan yang berzinah (Yohanes 8:1-11). Orang-orang ini dianggap sebagai penjahat didalam masyarakat tetapi Allah menyelamatkan mereka. Jadi, kita melihat dengan jelas bahwa Ia tidak membeda-bedakan orang. Betapa indahnya kenyataan ini bagi setiap orang yang belum diselamatkan.
5. Allah itu penuh belas kasih. Adalah benar, kasih karunia Allah tidak ditemukan lagi didalam gereja-gereja setempat dimana pendeta-pendeta, penatua-penatua, diaken-diaken dan guru-guru Alkitab melayani orang-orang malang yang terkasih itu. Betapa buruknya kebenaran ini! Tetapi, di luar lingkungan gereja-gereja setempat, di seluruh dunia Allah terus mendemonstrasikan belas kasih-Nya yang tak dapat diselami. Allah adalah Allah yang berbelas kasihan. Ingat apa yang kita baca di Mazmur 103:8:
"TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia."
|
| |
|
| 29 |
Dan di Ratapan 3:31-32:
"Karena tidak untuk selama-lamanya Tuhan mengucilkan. Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya."
6. Kita bisa secara pribadi memberitahu Allah akan hasrat kita yang besar untuk menjadi diselamatkan. Kita bisa memohon, menangis dan berseru kepada Allah untuk keselamatan. Walaupun demikian berdoa kepada Allah adalah pekerjaan yang kita lakukan, jadi kita menyadari bahwa berdoa kepada Allah tidak akan menjamin atau menggenapi keselamatan kita. Tetapi kita bisa mengetahui bahwa sewaktu kita berseru kepada Allah, Ia akan mengetahui tentang hasrat kita untuk menjadi diselamatkan. Yesus sendiri memberikan ilustrasi tentang seorang pemungut cukai yang berdoa meminta belas kasihan Allah. Kita baca di Lukas 18:13-14:
"Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.»
7. Kita tidak pernah harus kehilangan harapan untuk keselamatan. Jika Allah berencana untuk menyelamatkan kita, Ia akan melakukannya dalam jadwal-Nya. Ia mungkin menyelamatkan kita dalam awal hidup kita atau keselamatan mungkin datangnya beberapa jam sebelum kita mati. Kita tidak pernah boleh mencoba untuk mendikte Allah kapan waktunya kita ingin diselamatkan, jika itu merupakan kehendak Allah untuk menyelamatkan kita. Ingat apa yang kita baca di Ratapan 3:26:
"Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN."
Dan Allah memberikan kita begitu banyak penghiburan di Mazmur 62:5-8 kita baca:
"Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-
|
| |
|
| 30 |
Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela"
Sewaktu seseorang menantikan Tuhan dengan sabar, ia mungkin dipenuhi kecemasan yang besar. Menjadi diselamatkan adalah masalah yang serius dan penting. Untuk tetap menjadi tak diselamatkan itu sangat buruk.
Indahnya, Allah memberikan kita banyak penghiburan melalui janji di Filipi 4:6:
"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."
Lalu Allah memberikan kepada kita keyakinan di Filipi 4:7:
"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."
Jadi, Allah memberikan penghiburan dengan mendorong kita untuk beristirahat seluruhnya dalam karya-Nya. Ia mendorong kita untuk memberitahukan semua kekhawatiran kita kepada-Nya. Dan luar biasa, Ia sangat setia dan dapat dipercaya untuk melakukan kehendak-Nya yang sempurna. Kita beristirahat dalam tangan-Nya yang Maha Kuasa.
Untuk sementara, ketika kita terus dengan hati-hati dan dengan berdoa membaca Alkitab itu adalah seperti kita sedang mendengarkan suara Tuhan. Dan setiap saat rasa khawatir menerpa kita, lagi dan lagi, kita bisa datang dengan berani ke tahta kasih karunia Allah untuk menyatakan kepada-Nya segala keinginan kita dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. BETAPA BERBELAS KASIHNYA ALLAH KITA!
|
|